Pengumuman CPNS 2018: Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS 2018 Kota Bima

Posted on
Pengumuman CPNS 2018: Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS 2018 Pemerintah Daerah Kota Bima (Pemkot Bima)
Pengumuman CPNS 2018: Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS 2018 Pemerintah Daerah Kota Bima (Pemkot Bima)

QWERTY – Pengumuman CPNS 2018: Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Pemerintah Daerah Kota Bima (Pemkot Bima). Pengumuman Hasil Lulus Seleksi Administrasi CPNS 2018 Pemerintah Daerah Kota Bima (Pemkot Bima) akan diumumkan mulai tanggal 21 Oktober 2018.

Pengumuman seleksi administrasi CPNS 2018 dilakukan secara serentak secara nasional pada Minggu, 21 Oktober 2018, termasuk Pemerintah Daerah Kota Bima (Pemkot Bima). Hal tersebut sejalan dengan surat pengumuman Kepala Pemerintah Daerah Kota Bima (Pemkot Bima) Nomor K26-30/V 141-2/99 tanggal 3 Oktober 2018 tentang Perpanjangan Jadwal Pendaftaran CPNS Tahun 2018.

Para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Bima (Pemkot Bima) dapat mengakses Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Pemerintah Daerah Kota Bima (Pemkot Bima).

Baca Juga: Download 8 Contoh Soal CPNS 2018! Ini Link Download Contoh Soalnya MENPAN-RB

Menurut Pemerintah Daerah Kota Bima (Pemkot Bima) (BKN), pengumuman hasil seleksi administrasi CPNS 2018 dapat dilihat di https://sscn.bkn.go.id dan juga website resmi instansi dan daerah.

Untuk Pemerintah Daerah Kota Bima (Pemkot Bima) pengumuman seleksi CPNS dapat dilihat di situs resmi yakni di http://bkd.bimakota.go.id/.

Setelah dinyatakan lulus para peserta pelamar CPNS 2018 dapat mengikuti Ujian CAT Online Test yang akan diadakan oleh BKN.go.id

Baca Juga: Cara Mendaftar Simulasi CAT Online Test CPNS 2018

Download Pengumuman CPNS 2018: Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS 2018 Pemerintah Daerah Kota Bima (Pemkot Bima)

Download Buku Petunjuk Pendaftaran Sistem Seleksi CPNS Nasional Tahun 2018

Harus Lolos Passing Grade, Ini Dia Hasil Tes CPNS Gunakan CAT Harus Dilampaui

Harus Lolos Passing Grade, Ini Dia HasilTes CPNS Gunakan CAT Harus Dilampaui
Harus Lolos Passing Grade, Ini Dia HasilTes CPNS Gunakan CAT Harus Dilampaui

QWERTY.org CPNS 2018Harus Lolos Passing Grade, Ini Dia Hasil Tes CPNS Gunakan CAT Harus Dilampaui. Salah satu tahapan penting dalam seleksi CPNS adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Tahapan ini harus dilalui oleh pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi. Seperti tahun lalu, pelaksanaan SKD CPNS tahun 2018 ini menggunakan sistem Computer  Assisted  Test (CAT), dan kelulusan menggunakan nilai ambang batas (passing grade). Nilai SKD memiliki bobot 40 persen, sementara Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bobotnya 60 persen.

Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmadja menjelaskan, setiap peserta SKD harus mengerjakan 100 soal yang terdiri dari soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal,  dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal.

Baca Juga: Download 8 Contoh Soal CPNS 2018! Ini Link Download Contoh Soalnya MENPAN-RB

TWK dimaksudkan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, bahasa Indonesia, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. NKRI ini mencakup sistem tata negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peran bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, serta kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

Sedangkan TIU dimaksudkan untuk menilai intelegensia peserta seleksi. Pertama, kemampuan verbal atau kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan. Selain itu, kemampuan numerik, atau kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka. Dari setiap jawaban yang benar pada kelompok soal ini akan mendapat skor 5, dan yang salah nilainya nol (0).

TIU juga untuk  menilai kemampuan figural, yakni kemampuan yang berhubungan dengan kegesitan mental seseorang dalam menganalisa gambar, simbol, dan diagram. Selain itu juga kemampuan berpikir logis, atau penalaran secara runtut dan sistematis, serta kemampuan berpikir analisis, atau kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik. Dari setiap jawaban yang benar pada kelompok soal ini akan mendapat skor 5, dan yang salah nilainya nol (0).

Kelompok soal ketiga adalah Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Soal-soal dalam kelompok soal ini mencakup hal-hal terkait dengan pelayanan publik, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, jejaring kerja, integritas diri, semangat berprestasi. Selain itu, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orang lain, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengendalikan diri, bekerja mandiri dan tuntas. Juga kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, bekerjasama dalam kelompok, serta kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain. Berbeda dengan dua kelompok soal sebelumnya, TWK dan TIU, nilai untuk kelompok soal ini terbesar 5 dan tidak ada nilai nol (0) untuk setiap jawaban. Karena itu, peserta diimbau untuk menjawab seluruh soal TKP.

Passing  Grade
Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, peserta SKD harus melampaui nilai ambang batas (passing  grade) seperti diatur dalam Peraturan Menteri PANRB No. 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018. “Passing grade bagi peserta SKD dari kelompok pelamar jalur umum sama seperti tahun lalu, yakni  143 untuk TKP, 80 untuk TIU dan 75 untuk TWK,” ujar Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmadja.

Sementara untuk pelamar dari formasi khusus, yang tahun lalu menggunakan sistem perangkingan, kali ini jumlah akumulasi dan nilai TIU ada batas minimalnya. Untuk pelamar dari formasi sarjana cumlaude dan diaspora, akumulasi nilai paling sedikit 298 dengan nilai TIU minimal 85.

Sedangkan bagi penyandang disabilitas, nilai kumulatifnya 260, dengan TIU minimal 70. Putra-putri Papua/Papua Barat, nilai akumulatif 260 dengan TIU minimal 60. Untuk eks tenaga honorer K-II, nilai akumulatif minimal 260 dan TIU minimal 60. “Untuk peserta seleksi dari olahragawan berprestasi internasional, nilai terendah merupakan nilai ambang batas hasil SKD,” imbuh Setiawan.

Ditambahkan, Permen PANRB No. 37/2018 ini juga mengatur adanya pengecualian untuk beberapa jabatan. Untuk dokter spesialis dan instruktur penerbang, nilai kumulatif minimal 298, dengan nilai TIU sesuai passing grade. Sedangkan untuk jabatan juru ukur, rescuer, ABK, pengamat gunung api, penjaga mercusuar, pawang hewan, dan penjaga tahanan, akumulasi nilainya paling sedikit 260 dengan nilai TIU minimal 70

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *